Kamis, 21 Maret 2013

Hiudp Dan Perjuangan



Hidup dan perjuangan

 Hidup yang indah adalah harapan yang selalu di impikan oleh semua manusia yang ada di muka bumi ini, yang ingin bahagia, tentram, damai dan menikmati hidup dengan bersuka cita tanpa ada yang membebani dan mengganggu dalam kehidupan sehari-hari, begitulah juga kehidupan yang diharapakan oleh Adi, seorang remaja yang baru lulus dari sebuah sekolah Menegah Atas (SMA), yang memcoba untuk bangkit dari keterpurukan yang melanda daerahnya atau kampungnya, Adi ini adalah Anak bungsu dari empat bersaudara ayahnya bernama Abdul Rasyid dan ibunya bernama Acce, Adi tinggal di sebuah desa yang baru mekar, yang terletak di sebuah perairan sungai sesayap yang menghubungkan kota Tarakan denga Kabupaten lainnya di wilayah Kalimantan Utara, sekarang daerah itu telah berubah menjadi sebuah kabupaten baru yaitu Kabupaten Tana Tidung.

Nama desa itu adalah Sepala Dalung, Adi tinggal Tepatnya di kampung Selor baru, RT. 05, Kecamatan Sesayap Hilir. Di tempat Adi, penduduknya hampir semuanya berprofesi sebagai petani. Selain pekerjaan tani, ada juga sebagian yang bekerja sebagai buruh di sebuah perusahaan perkebunan kelapa sawit. Nama perusahaannya yaitu PT. Teknik Utama Mandiri. Perusahaan ini baru berdiri kurang lebih tiga  tahun yang lalu, setelah terbentuknya kabupaten Tana Tidung. Selain itu kakak Adi yang kedua juga bekerja di perusahaan itu sebagai tenaga kerja tetap. Kakaknya yang pertama Alhamdulillah sudah memiliki usaha sendiri, sedangkan kakaknya yang ketiga masih berada di Negara tetangga. Bekerja sebagai tenaga kerja Indonesia, dan ayahnya bekerja sebagai sebagai seorang petani di kebunnya sendiri. Dan ibunya sekarang Alhamdulillah sudah memiliki usaha kecil yaitu membuka ruko di rumah mereka. 

Adi saat ini sedang menempuh pendidikan di sebuah perguruan tinggi yang terletak di Universitas Borneo Tarakan, tepatnya di Kota Tarakan. Dia melanjutkan kuliah di perguruan tinggi ini pada trahun 2010 sampai hari ini. Namun apa yang di ceritakan ini adalah bagian kebahagian yang di alami oleh Adi, tapi sebenarnya semua itu tidak sesuai dengan kenyataan sebelum mereka menjadi keluar yang berkecukupan. Adi dan keluarganya masuk atau datang di wilayah Kabupaten Tana Tidung pada tahun 2002 yang lalu setelah Adi, menyelesaikan sekolah Dasarnya di Sulawesi Selatan. Selain itu juga Adi dan keluarganya dulu perna menjadi tenaga kerja Indonesia juga pada tahun 1994 sampai dengan 2000. Dan pada tahun 2002 dia dan keluarganya memijakkan kaki di bumi dayak ini(Kalimantan). Waktu itu daerah yang di tempati oleh Adi masih di bawah kekuasaan kabupaten Bulongan sebelum pemekaran kabupaten yang baru. 
          Pada waktu itu, tepatnya pada tahun 2003 Adi, melanjutkan sekolahnya ke bangku sekolah menengah pertama. Dimana pada saat itu Adi, masuk ke SMP  N 1 Sesayap Hilir. Pada waktu itu sekolah ini adalah satu-satunya sekolah SMP yang ada di Kecamatan Sesayap Hilir. Selama di SMP, Adi banyak mengalami permasalahan Hidup, dimana pada waktu itu orang tua dan kakak adi baru membuka lahan untuk berkebun, dan tambah lagi pada masa itu sumber penghasilan di daerah tempat tinggalnya bergantung pada sumber hasil pertanian dan hasil membelah kayu di hutan.

Semenjak kecil Adi senang membantu orang taunya. Ketika masih duduk di SMP Adi, selalu berusaha belajar begitu baik, karena dia satu-satunya harapan keluarganya yang tertinggal setelah semua saudaranya memiliki keluarga sendiri, oleh karena itu hanya dialah yang menjaga kedua orang tuanya pada saat itu. Setelah lulus SMP, Adi melanjutkan pendidikannya ke Sekolah Menengah Atas(SMA). Ketika berada di SMA, Adi semakin giat belajar, sehingga dengan usahanya itu, dia memperolah juara pertama di kelasnya. Karena Adi anak yang rajin dan berprestasi akhirnya dia mendapat Beasiswa dari sekolahnya. Selama di SMA Adi, mempertahankan prestasinya sehingga dia lulus.  Setelah lulus Adi, ingin melanjutkan pendidkan keperguruan tinggi, pada saat itu, apa akan daya, pada waktu itu, keluarga Adi mengalami krisis keuangan, sehingga Adei harus menunda niatnya untuk melamjutkan pendidikannya ke Perguruan tinggi. Ayahnya Adi berkata”tahun ini kamu tunda saja dulu, ya. Tahun depan saja baru kamu lanjutkan, bapak janji, bisakan?”. Adi hanya terdiam pada saat itu, dan pada malam hari, Adi menghampiri Ayahnya. “ Ayah, aku sudah memutuskan, aku akan kuliah tahun depan saja, setelah aku pikir-pikir, apa yang ayah katakana tadi siang itu benar juga”. (tersenyum).

Setelah malam itu adi pun pergi mencari pekerjaan di sebuah perusahaan yang terletak di kabupaten Bulungan, nama tempat itu, desa Sekatak. Di sana ada sebuah perusahaan kayu kertas yang maish membutuhkan tenaga. Setelah memasukkan lamaran pekerjaan, akhirnya Adi diterima bekerja di PT. Adindo Hutani Lestari. Semasa bekerja disana Adi, bekerja dengan semua kemampuan yang dia miliki. Sehingga dia selalu mendapat pujian dan gaji tambahan dari perusahaan karena prestasi yang di raihnya di tempat dia bekerja. Dan setelah bekerja selama setahun. Adi pun berhenti bekerja, karena dia ingin melanjutkan pendidikannya di perguruan tinggi, selain itu, adi juga sudah mempunyai uang yang cukup untuk melanjutkan pendidikan.

Setelah memberi tahu kedua orang tuanya kalau dia ingin kuliah, besok harinya Adi pun menuju kota Tarakan, untuk mendaftar di Universitas Borneo Tarakan, setelah itu dia pun mengikuti tes, daan akhirnya di terima di Universitas Borneo Tarakan. Setelah itu Adi pun, melanjutkan pendidikannya sampai hari ini.

Amanat :
Dari cerita tersebut menceritakan tentang semangat seorang anak yang pantang menyerah menghadapi kehidupan, selain itu juga, cerita ini memberikan pelajaran tugas sebagai seorang anak yang harus selalu patuh dan menghormati orang tuannya. Dan selalu rajin dalam menuntut ilmu. Jadi kita sebagai seorang anak yang baik patuhlah kepada kedua orang tua, dan rajinlah menuntut ilmu agar kita dapat mencapai cita- cita yang kita harapakan. Sekian.

Penulis            : Muhammad Azni
Tarakan, 22 Maret 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

kami hanya manusia biasa yang tak terlepas dari salah dan kesilafan, maka dari itu kami mohon kritik dan saran yang membangun guna kesusksesan majalah sastra. terima kasih.