Sabtu, 20 Oktober 2012

MALALM MINGGU YANG TERTUNDA

di luar langit terlihat gelap tak berawan, saat kunegok ke pintu jendela, cahaya dan suara yang sering terpancar bagaikan menembus kegelpan malam ini, pada hal aku ingin sekali menjalani malam ini, dengan kebahagian bersama teman-teman sebagai saat yang sangat dinantikan layaknya sebagai seorang anak atau kaum muda yang ingin berpesta pora, namun itu mungkin hanya sebagai mimpiku malam ini. dari kehening malam yang tak terasa, tiba-tiba suara guntur bergelegar bagaikan merobek-robek jantungku, dengan sepontan pula keluar kata, yang tak terasa asing di telingga astagafirrullah...suara guntur.
lalu aku aku menelpon ketemanku, bermaksud ingin bertanya, apakah ditempatnya juga hujan, malah dia menjawab dengan jawaban yang sangat menyakitkan, waduh sob...bororo mau jalan disini juga hujan deras, terus mati lampu lagi...
dasar nasib ya nasib...
ketika asik berbincang tiba-tiba telpon ku terputus...
eh ternyata bukan hanya lampu yang mati, telkomsel juga ikut ngadat ....
nasib- nasib inikah kotaku, yang mereka kota minyak dan perikanan. tapi kenapa semua tak sesuai dengan harapan...
BBM langkah, terus mau ke pom bensin harus gantri sekian meter, lampu juga mati - mati, tanbah pusing aku dibuatnya, apa emang begini ya kehidupan orang dikota....selain macet di jalan ternyata ada lagi kehidupan yang paling menyakitkan ya..
apa lagi..kalau bukan
mati lampu...
rasanya malam ini aku apes baget ya, udah ujan eh dapat juga giliran lampu mati...
nasib-nasib....
ya sabar aj sob... semua ini pasti ada hikmahnya...
bukankah tuhan sudah berjaji, dia tidak akan menguji hamabanya di luar batas kemampuan hambany itu...
selamat malam minggu ya....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

kami hanya manusia biasa yang tak terlepas dari salah dan kesilafan, maka dari itu kami mohon kritik dan saran yang membangun guna kesusksesan majalah sastra. terima kasih.